Berita

Seksi Kesga & Gizi Gelar Bimtek Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi Guru BK & Programer Kespro Puskesmas

Kamis Pon, 14 Desember 2017 08:16 WIB 3916

foto
dr Rr Anugrah WIendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesga & Gizi saat membuka Bimtek Penyuluhan Kesehatan Reproduksi di Aula Medika Dinkes pada Selasa, 12 Desember 2017. Dinkes/YA

Dinkes, Bantul-kelompok remaja merupakan kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan. Dari hasil survey yang dilakukan PKBI DIY, sekitar 84 persen dari 125 responden remaja pernah mengalami kekerasan. Survey yang dilakukan oleh PKBI DIY tersebut diketahui bahwa reaja usia 15-24 tahun pernah mengalami kekerasan baik oleh hubungan pacaran ataupun pertemanan. Pemelihan sample dilakukan dengan metode purpose sampling.

Hal ini ditanggaapi serius oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, khususnya Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (kesga & Gizi) dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai “Peningkatan Kapasitas Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja”, Selasa (12/12). Acara yang diselenggarakan di Aula Medika Dinkes ini dihadiri oleh puluhan peserta yang merupakan perwakilan dari Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), Programer Kespro dan 4 Psikolog yang bertugas di 8 Puskesmas di Bantul.

dr Rr Anugrah WIendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesga & Gizi mengungkapkan peningkatan kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian dari proses peningkatan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) karena kedua hal tersebut sangat berkaitan.

“Kami ingin remaja-remaja di Kabupaten Bantul sehat baik secara fisik maupun mental. Dan untuk terwujudnya hal ini perlu dukungan dari Guru BK dan Programer Kespro maupun Psikolog di Puskesmas dalam pencegahan kesehatar terkait kesehatan-kesehatan reproduksi pada remaja,” ungkap dr Anugrah.

Guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai guru yang berwenang dalam memberikan konsultasi psikologi anak-anak didiknya merupakan salah satu hal yang paling strategis dalam penanganan masalah remaja sehingga perlu diingatkan kapasitasnya dalam melakukan konseling pada remaja.

Hal senada juga diungkapkan oleh Veny Hidayat, M.Psi pembicara kegiatan ini mengungkapkan Guru maupun Petugas Puskesmas dalam menangani remaja perlu menggunakan pendekatan komformitas kelompok remaja.

“Perkembangan remaja sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek  dari aspek biologi, spiritual, sosiologi hingga psikologi dan sebagai konselor remaja kita perlu memperhatikan hal tersebut dan tentunya perlu pendekatan komformitas kelompok,” ungkap Veny.

Sehingga kedepannya perlu dilakukan kegiatan penyuluhan/konseling perorangan maupun konseling kelompok. Hal ini dimaksudkan dapat meningkatkat program Kespro di kabupaten Bantul. Dinkes/YA



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat