Berita

Dinkes Lakukan Monev untuk Kontrol Pelaksanaan PIS-PK

Senin Kliwon, 17 September 2018 09:45 WIB 3112

foto
Tim Monev PIS-PK Kabupaten Bantul saat melakukan Monev di Puskesmas Pajangan 29 Agustus 2018. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Pada Agustus hingga awal September ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di seluruh Puskesmas di Kabupaten Bantul. Pelaksanaan PIS-PK ditekankan pada integrasi pendekatan akses pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, pembiayaan serta sarana dan prasarana termasuk upaya program kesehatan masyarakat dan perseorangan yang mencakup seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas dengan meperhatikan manajemen Puskesmas.

Tim Monev PIS-PK Dinkes yang terdiri dari 15 orang, dimana setiap Puskesmas di kunjungi oleh satu Tim yang terdiri dari 3 orang.  Terdapat 12 indikator yang menjadi pokok penilaian dalam monitoring ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan PIS-PK.

Monitoring dan evaluasi ini harus selalu dilakukan agar segala hambatan sekecil apapun dapat diperbaiki sehingga nantinya peningkatan kualitas implementasi dapat ditingkatkan. Program PIS-PK bukan merupakan program baru yang ada di Puskesmas. Data-data yang sebelumnya tersebar di berbagai sektor, dapat di ketahui bersama-sama melalui PIS-PK.

“Mau tidak mau kita harus punya data, mapping harus kita lakukan. Bagaimana kita membangun mindset bahwa ini bukan lagi program baru, melainkan bagaimana kita mendekatkan program yang terpecah-pecah. Mari bersama-sama melihat secara utuh” terang Dyah saat melakukan Monev di Puskesmas Kasihan II pada Agustus 2018.

Melalui Monev ini juga Dyah berharap dapat melihat potret pencapaian target pelaksanaan PIS-PK, sehingga pada tahun 2019 bisa total coverage. Dimana di Bantul saat ini sudah mencapai 73.046 Keluarga (27% dari jumlah KK di Bantul).

Saat “Evaluasi hasil Monev PIS-PK di Puskesmas” pada Jumat, 7 September 2018, Dyah menjelasakan dalam pelaksanaannya PIS-PK masih terdapat beberapa hambatan. Hambatan yang dialami oleh Puskesmas antara lain seperti kesulitan menginput data karena lemahnya jaringan. Permasalahan demografi yang sulit karena beberapa wilayah kerja Puskesmas berada di pegunungan. Keterbatasan tenaga sehingga beberapa data kunjungan masih ada yang belum terentry. Hingga masalah yang krusial adalah berkaitan dengan langkah intervensi lanjut karena terkendala oleh Aplikasi KS dari kemenkes tidak dapat menyajikan data indicator yang bermasalah berdasarkan nama.

Hal ini tentu perlu dicarikan jalan masalah sembari dengan Pusdatin memperbaiki masalah Aplikasi KS, karena data yang dapat dilapangan sudah banyak.

“Akhirnya kami membuat cara tersendiri untuk memperoleh data yang komplit kami membuat excel untuk mengetahui data IKS per Kecamatan, Puskesmas hingga Dusun dan mengetahui permasalahan per keluarga,” ungkap Dyah. Ia juga mengungkapkan proses kunjungan Keluarga Sehat.

Dari hasil excel tersebut Kabupaten Bantul dapat mendapat data jumlah permasalahan Hipertensi yang tidak berobat teratur, permasalahan TB tidak diobati, dan ODGJ yang tidak ditangani dengan baik. Dinkes/YA



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat