Berita

Waspada Antraks

Senin Pahing, 27 Januari 2020 10:09 WIB 518

foto

Antraks merupakan penyakit yang biasanya menyerang kulit, saluran pernapasan atau saluran pencernaan. Penyakit ini adalah penyakit bakteri akut bersifat zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia dan atau sebaliknya. Yuk kita kenali penyakit antraks agar dapat mewaspadainya!

Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini membentuk spora yang tahan hingga puluhan tahun di dalam tanah. Hewan Penular Antraks Hewan herbivora: sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, dan babi dan beberapa spesies unggas

Jenis dan Cara Penularan

  • Masa inkubasi penyakit ini adalah antara 1-7 hari, bisa juga sampai 60 hari. Jarang terjadi penularan dari manusia ke manusia. Penularan penyakit ini tergantung pada tingkat kerentanan dan kekebalan tubuh. Berikut jenis dan cara penularan penyakit antraks:
  • Antraks kulit Penularan melalui kontak dengan jaringan, bulu binatang yang sakit dan mati atau tanah yang terkontaminasi.
  • Antraks saluran pencernaan penularan melalui konsumsi daging tercemar yang tidak dimasak dengan baik atau sayuran yang tercemar spora antraks.
  • Antraks pernapasan/paru karena menghirup spora antraks
  • Kelompok yang berisiko terkena Antraks
    • Orang yang kontak dengan binatang sakit
    • Orang yang mengkonsumsi daging binatang terinfeksi
    • Orang yang terkontaminasi kulit, bulu, tulang binatang yang mengandung spora antraks
    • Orang yang tergigit serangga tercemar antraks (sejenis lalat penyedot darah di Afrika)
  • Gejala antraks Pada Manusia
    • Gejala Antraks Kulit
    • Dalam waktu 12-36 jam, timbul benjolan yang akan berubah menjadi melepuh yang berisi berwarna biru gelap.
    • Luka yang pecah akan meninggalkan bekas berupa eschar kehitaman pada bagian pusat lesi dan dikelilingi oleh daerah menonjol akibat peradangan.
    • Gejala Antraks Pencernaan
    • Sakit perut
    • Mual
    • Muntah
    • Diare, bahkan dapat terjadi muntah darah dan diare akibat luka lambung
    • Terjadi shock dan kematian (jarang terjadi) akibat kehilangan banyak darah
    • Gejala Antraks Pernapasan
    • Nyeri dada
    • Demam
    • Lemah badan
    • Nyeri otot
    • Batu non-produktif akibat pembengkakan paru
  • Pada Hewan
    • Hewan tiba-tiba berputar dan tersungkur
    • Keluar darah berwarna hitam pekat dari hidung, mulut, dubur atau alat kelamin
    • Sesak nafas
    • Gejala sangat akut, hewan terinfeksi dapat mati dalam waktu satu hari
  • Pencegahan Penularan Antraks
    • Laporkan ke Dinas Peternakan setempat apabila terdapat hewan dengan gejala Antraks.
    • Tidak menyembelih dan mengkonsumsi daging yang berasal dari hewan terinfeksi
    • Hewan dipotong di rumah potong hewan.
    • Vaksinasi secara rutin hewan yang peka terhadap Antraks (sapi, kerbau, kuda, dll)
    • Tidak membuat/memproduksi barang seperti kerajinan dari tanduk, kulit, bulu, atau tulang yang berasal dari hewan terinfeksi.
    • Lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
    • Segera berobat ke Puskesmas/RS setempat apabila merasa sakit dengan gejala Antraks atau setelah kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi Antraks.
  • Pengobatan Antraks
    • Penisilin sebagai obat pilihan untuk Antraks Kulit, diberikan selama 5-7 hari.
    • Tetrasiklin, eritromisin, dan cloramphenikol.

 

sumber : http://dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detail/waspada-antraks


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat