Bantul, 23 September 2026 — Kesehatan jiwa menjadi bagian yang penting pada anak usia sekolah dan remaja. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan Kampanye Gerakan Masyarakat(Germas) untuk Hidup Sehat dalam upaya “Sekolah Sehat Jiwa, Jaga Jiwa Jaga Raga” yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri 2 Pundong, Rabu (23/9). Dalam Kampanye Germas ini, Kegiatan yang mengangkat tema “Aku, Kamu, dan Perasaanku” dan peserta diajak untuk membudayakan kebiasaan sehat jiwa melalui, KENALI, RAWAT, dan CERITAKAN. Kenali berarti memahami emosi, kebutuhan, dan batasan diri. Rawat dilakukan melalui kebiasaan-kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan jiwa. Sementara ceritakan berarti berani mencari dukungan dan bercerita kepada orang yang dipercaya ketika menghadapi kesulitan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan ruang untuk mengenali emosi dan memahami bahwa menjaga kesehatan jiwa juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Kegiatan diawali dengan sesi pertama mood check dan Mental Health Challenge yang difasilitasi oleh Programer Usia Sekolah dan Remaja Dinkes Bantul Atika Nurul Haniyyah, S.Gz. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali kondisi perasaan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan. Berbagai permainan edukatif digunakan untuk membantu peserta mengenali kesehatan jiwa, memahami dinamika pertemanan, merespons situasi sosial secara aman, serta membangun pola pikir yang lebih realistis dan ramah terhadap diri sendiri.

Permainan yang dilakukan meliputi Friendship Check, What Would You Do?, dan Rewrite My Thought. Friendship Check mengajak peserta mengenali ciri pertemanan sehat (green flag) dan pertemanan yang perlu diwaspadai (red flag). Sementara What Would You Do? melatih peserta menentukan respons terhadap situasi sosial secara aman dan rasional. Melalui Rewrite My Thought, peserta diajak mengubah pola pikir negatif atau self-talk yang destruktif menjadi kalimat yang lebih realistis dan ramah terhadap diri sendiri.
Setelah rangkaian permainan, peserta mendapatkan materi “Membangun Pertemanan Sehat, Percaya Diri, dan Mampu Mengelola Emosi” yang disampaikan oleh Psikolog Herlini Utari, M.Psi., Psikolog. Materi berfokus pada pengenalan emosi, pengelolaan emosi, kepercayaan diri, dan pembentukan pertemanan yang sehat.
Dalam penyampaiannya peserta diajak untuk menulis dan menggambar Peta Harta Karun Diri untuk mengenali kelebihan, kekurangan, serta potensi yang belum dikembangkan pada diri sendiri dan memberikan apresiasi kepada orang lain.
Peserta juga diperkenalkan dengan enam emosi dasar, yaitu senang, sedih, marah, takut, terkejut, dan jijik. Emosi dijelaskan sebagai dorongan untuk bertindak sekaligus menjadi bagian dari komunikasi dengan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pengelolaan emosi, peserta diperkenalkan dengan metode Pause–Think–Talk/Express. Peserta diajak berhenti sejenak, mengatur napas, mengenali emosi dan pemicunya, kemudian menentukan respons dan menyampaikannya secara aman. Teknik relaksasi napas, grounding 5-4-3-2-1, dan teknik genggam jari juga diperkenalkan sebagai bagian dari strategi menenangkan diri.
Selain pengelolaan emosi, peserta diajak memahami pentingnya pertemanan yang sehat. Sikap menghargai batasan, mendengarkan, memberikan dukungan, dan tetap berkomunikasi dengan sopan ketika terdapat perbedaan menjadi bagian dari pembahasan. Peserta juga dikenalkan pada perilaku dalam pertemanan yang perlu diwaspadai, seperti pemaksaan membuka privasi, penyebaran percakapan pribadi tanpa izin, serta ejekan yang terus dilakukan meskipun telah diminta berhenti.
Kegiatan ditutup dengan My 3 Promises, yang berisi tiga komitmen, yaitu Untuk Diriku, Untuk Emosiku, dan Untuk Temanku. Ketiga komitmen tersebut mengajak peserta menghargai diri sendiri, mengelola emosi secara sehat, serta menjadi teman yang mendukung dan menghargai batasan.


