Perkuat Peran Kader Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Gelar Gerakan Cegah Stunting di Aula Sumberagung

BANTUL, 21 OKTOBER 2026 – Dalam upaya melipatgandakan akselerasi penurunan angka stunting secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Gerakan Cegah Stunting pada Rabu (21/10/2026). Berlokasi di Aula Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 200 kader kesehatan yang berasal dari wilayah setempat. Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Lurah Sumberagung yang menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para kader dalam menjaga kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kader kesehatan merupakan ujung tombak dan garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat serta memantau tumbuh kembang anak sejak dini.
 

Memasuki sesi materi utama, peserta dibekali wawasan komprehensif dari dua pakar kesehatan:
1. dr. Nurcholid Umam Kurniawan, Sp.A., M.Sc. membawakan materi bertajuk "Upaya Kader dalam Mendukung Penurunan Stunting pada Sasaran Bayi Balita". Beliau memaparkan pentingnya intervensi gizi seimbang, pemantauan kurva pertumbuhan bayi dan balita secara berkala, serta penanganan cepat terhadap indikasi pemantauan tumbuh kembang yang lambat.
2. dr. Siti Marlina, M.Sc., Sp.KKLP menyampaikan pemaparan materi bertema "Upaya Kader dalam Mendukung Penurunan Stunting pada Sasaran Ibu Hamil dan Menyusui". Beliau menggarisbawahi pentingnya pendampingan kesehatan sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan nutrisi ibu hamil, edukasi ASI eksklusif, hingga pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental ibu.


Melalui kegiatan ini, para kader kesehatan diharapkan semakin mantap, terampil, dan berdaya dalam mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita di lingkungannya masing-masing. Seluruh rangkaian acara berlangsung secara interaktif dan antusias, kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Kabupaten Bantul terus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.